Krawak tuban - sumber air alami
September 25, 2017
Minggu, 6 Agustus 2017
Hari yang cerah pagi ini setelah pejalanan 4 jam kemarin sore dari Sidoarjo ke Tuban (rumah saya). Hari ini saya ada agenda untuk bersepeda/GOWES ke salah satu destinasi wisata di daerahku. Saya terakhir ke sini saat saya masih sekolah menengah pertama sekitar sepuluh tahun lalu. Setelah mengantar ibu ke pasar untuk berbelanja, mencuci sepeda dan sarapan saya memulai perjalanan ini.
Doa pagi ini saya berharap ada cerita indah yang dapat ku bagikan nanti. Pannier belakang sudah siap di sepeda, saya membawa kaos ganti, handuk, nesting, kompor, air dan kopi. Pisau dan tali perusik saya taruh di bagian luar. Saya harus bergegas sebelum cuaca semakin panas, karena jalan yang akan saya lalui sebagian besar di daerah persawahan.
08.45 saya mulai perjalanan saya, berpapasan dengan teman-teman saya. Saya menyusuri desa saya sekitar 5 menit lalu masuk ke area persawahan. Cuaca sangat cerah pagi ini, hampir tidak ada pemandangan lain selain sawah dan pegunungan kecil di sisi utara. Akhirnya saya sampai di desa Laju Kidul, jalanan sedikit lebih pelan saat melewati pasar menuju pertigaan Bakalan.
selepas itu, jalan sedikit menanjak -+ 200meter. terus mengayuh melewati pom bensin, persawahan lalu berjumpa dengan perempatan. di sini saya memilih lurus, sebenarnya ada dua jalur yang bisa di lalui, kiri atau lurus namun pada umumnya masyarakat memilih kiri ke arah Tuban. Saya lurus hingga masuk wilayah pasar Jojogan, dari sini saya belok ke kiri. Jalan naik curam,200 meter sebelum sampai di jalan raya Tuban - Singgahan saya memutuskan turun untuk berjalan kaki menuntun sepeda saya.
Saya menepi ke warung es sekitar 15 menit lalu melanjutkan perjalanan, jalanan datar kemudian naik turun melewati Air Terjun Nglirip, lanjut lagi kurang lebih 1,5 km masuk ke wilayah hutan. Setelah perbatasan Singgahan - Montong, ada jalanan turun di kanan jalan, saya masuk dengan sangat pelan. Mencari tempat yang bisa saya gunakan untuk parkir sepeda, dan setelah sepuluh tahun akhirnya saya ke sini lagi.
Saya melihat-lihat untuk mencari spot menaruh tas dan membuat kopi. saya mulai turun ke air, merasakan segarnya. kompor saya nyalakan untuk membuat kopi. setelah perjalanan satu setengah jam ku lalui semua terbayarkan. Tinggi air hanya 1 meter, tapi ini sangat segar untuk berenang.
Tiket Masuk = Gratis
Parkir Sepeda Motor = Anda cukup membeli jajanan di warung
Note : Sekarang ada wahana tubing di sini...
#Tuban
#VisitTuban
#VisitTuban2017
#EastJava
#JawaTimur
@2017, copyright Jejak Si Dhodhy
Hari yang cerah pagi ini setelah pejalanan 4 jam kemarin sore dari Sidoarjo ke Tuban (rumah saya). Hari ini saya ada agenda untuk bersepeda/GOWES ke salah satu destinasi wisata di daerahku. Saya terakhir ke sini saat saya masih sekolah menengah pertama sekitar sepuluh tahun lalu. Setelah mengantar ibu ke pasar untuk berbelanja, mencuci sepeda dan sarapan saya memulai perjalanan ini.
Doa pagi ini saya berharap ada cerita indah yang dapat ku bagikan nanti. Pannier belakang sudah siap di sepeda, saya membawa kaos ganti, handuk, nesting, kompor, air dan kopi. Pisau dan tali perusik saya taruh di bagian luar. Saya harus bergegas sebelum cuaca semakin panas, karena jalan yang akan saya lalui sebagian besar di daerah persawahan.
08.45 saya mulai perjalanan saya, berpapasan dengan teman-teman saya. Saya menyusuri desa saya sekitar 5 menit lalu masuk ke area persawahan. Cuaca sangat cerah pagi ini, hampir tidak ada pemandangan lain selain sawah dan pegunungan kecil di sisi utara. Akhirnya saya sampai di desa Laju Kidul, jalanan sedikit lebih pelan saat melewati pasar menuju pertigaan Bakalan.
selepas itu, jalan sedikit menanjak -+ 200meter. terus mengayuh melewati pom bensin, persawahan lalu berjumpa dengan perempatan. di sini saya memilih lurus, sebenarnya ada dua jalur yang bisa di lalui, kiri atau lurus namun pada umumnya masyarakat memilih kiri ke arah Tuban. Saya lurus hingga masuk wilayah pasar Jojogan, dari sini saya belok ke kiri. Jalan naik curam,200 meter sebelum sampai di jalan raya Tuban - Singgahan saya memutuskan turun untuk berjalan kaki menuntun sepeda saya.
Saya menepi ke warung es sekitar 15 menit lalu melanjutkan perjalanan, jalanan datar kemudian naik turun melewati Air Terjun Nglirip, lanjut lagi kurang lebih 1,5 km masuk ke wilayah hutan. Setelah perbatasan Singgahan - Montong, ada jalanan turun di kanan jalan, saya masuk dengan sangat pelan. Mencari tempat yang bisa saya gunakan untuk parkir sepeda, dan setelah sepuluh tahun akhirnya saya ke sini lagi.
Saya melihat-lihat untuk mencari spot menaruh tas dan membuat kopi. saya mulai turun ke air, merasakan segarnya. kompor saya nyalakan untuk membuat kopi. setelah perjalanan satu setengah jam ku lalui semua terbayarkan. Tinggi air hanya 1 meter, tapi ini sangat segar untuk berenang.
Tiket Masuk = Gratis
Parkir Sepeda Motor = Anda cukup membeli jajanan di warung
Note : Sekarang ada wahana tubing di sini...
#Tuban
#VisitTuban
#VisitTuban2017
#EastJava
#JawaTimur
@2017, copyright Jejak Si Dhodhy


Post a Comment