Dhodhy Site.
to Share my Adventure and Life

wisata malang - Nyasar



Kampung Warna Warni
Pagi hari di Malang yang cukup dingin masih belum terbiasa dengan saya. Tadi malam aku menginap di salah satu rumah temanku di Malang. Saya pergi ke malang kemarin siang hanya untuk bertemu salah satu teman baik saya dari Jakarta. Setelah berbicara dan makan malam bersama, kami berpisah, dia pergi ke hotel dan saya ke rumah teman saya. Saya beruntung, karena teman saya tidak kembali ke Tuban hari itu.


Rawon
Pagi hari, saya memulai perjalanan saya melewati jalanan Malang. Saya harus sarapan pagi ini karena lapar. Makan rawon malang itu sangat lezat pagi itu, tapi saya salah tempat karena untuk saya 25.000 cukup mahal. Setelah sarapan pagi aku pergi ke Kampung berwarna-warni, tapi aku tidak masuk dan hanya foto jembatan. Ini sangat indah buat saya yang pertama kali datang tapi warna beberapa sudah mulai lenyap. Saya membayangkan jika banyak tempat seperti ini, ini indah sekali.


Aku pergi ke timur, aku tidak tahu apa daerah ini. Saya ke utara, melewati kampus Universitas Negeri Malang 2, masih terus melihat tanda ke arah Tumpang. Yang saya tahu, Tumpang adalah desa pendaki gunung yang mulai menggunakan Jeep ke Semeru. Saya sangat penasaran dengan area yang banyak orang bicarakan, ada garpu dan saya berbelok ke kanan.

Jalan-jalan cukup sepi, udara sejuk khas Malang yang merupakan dataran tinggi dan indahnya alam masih lebih bernilai. Dari kejauhan aku melihat tas pembawa di sana dia melewati arah mobil biru (angkot) ke Tumpang. Jalannya mulus dan pemandangan sawah di sepanjang jalan menambah suasana indah daerah ini. Setelah melewati gerbang Tumpang setelah itu anda bisa berbelok ke kanan adalah arah ke Bromo dan Semeru lalu ke kiri adalah arah ke pasar Tumpang.


View before Coban Pelangi
Saya menuju ke kanan, tujuan saya sejauh saya bisa pergi. Aku melewati jalan menanjak. Petunjuknya sangat jelas disini, saya pilih arah Bromo / Semeru. Melintasi beberapa jip dari depan saya, hampir tidak ada yang kosong. Sebuah jip menyalip saya membawa turis asing lengkap dengan tas besar mereka di mobil. Saya mengendarai sepeda motor saya dengan santai dan tanpa sadar memasuki kawasan hutan.


Tengok saja pintu masuk Coban Pelangi, beberapa spot foto cantik juga banyak di sini. Dan akhirnya saya ketemu pintu masuk Bromo Tengger Semeru. Sebelumnya saya pernah ke Bromo tapi melalui Probolinggo dan Pasuruan (baca ini), ini adalah pengalaman baru buat saya. Saya tidak pergi ke pintu gerbang karena hanya membawa sedikit uang .... hehehehe



Gate entrance of Bromo Tengger Semeru

Bagiku perjalanan sederhana ini hanyalah sebuah kegembiraan yang tak tergantikan. Menuliskannya tidak akan seindah perjalanannya.


My Foto : Click Here



@2017, copyright Jejak Si Dhodhy

  •  
  • 0
  • August 10, 2017
Odhy Odhy Author

Followers

Contributors

Gowes cantik

Total Pageviews

Labels

Translate

Popular Posts