Dhodhy Site.
to Share my Adventure and Life

Leuwi Hejo - Motoran

Leuwi Hejo
Ini adalah perjalanan yang sudah cukup lama, ini cerita saat saya masih di Jakarta. Ku merindukannya, Jakarta.

Leuwi Hejo adalah salah satu air terjun di daerah Sentul – Bogor. Kurang lebih 65km dari Jakarta pusat tempat kami memulai perjalanan. Tidak ada yang tau persis lokasinya ada di mana, namun ini akan serasa begitu menarik karena bersama banyak orang. Seperti perjalanan lain saya yang harus mencari arah, kami menggunakan GPS sebagai panduan.

Kami memulai perjalanan sekitar pukul 8, sangat siang, sangat telat ya begitulah. Kami menunggu A, A menunggu B, B menunggu C hahaha…. Kami memulai perjalanan dengan doa, berharap hari yang indah menemani kami hari ini. Perjalanan ke Cibinong tidak ada masalah apapun, kami sudah terbiasa melakukan perjalanan ke arah Bogor. Dari perempatan besar kita belok ke kiri arah ke Sirkuit Sentul, kami lalu belok kanan ke arah Sentul.

Jalan tak selamanya mulus, jalan daerah sini masih tidak sebagus sekarang. Kemudian ada pertigaan, kami belok kiri ke arah Babakan Madang menuju arah Jungle. Kami sempat berhenti sebentar memastikan arah yang kami lalui benar, kemudian kami lanjut perjalanan ke arah Leuwi Hejo. Ada Hutan Pinus gunung Pancar, dari sini kita belok kiri kurang lebih 7 km. Jalan tidak cukup baik, kami harus pelan memilah jalan yang bagus. Kemudian akan dijumpai jalan turun menuju sebuah jembatan yang langsung dibalas tanjakan cukup ekstreem.

Dari tanjakan iki perjalan masih belum usai, jalanan masih belum ada tanda akan segera sampai. Kita berhenti di sebuah warung es untuk beristirahat dan berfoto. Kami yakin ini sudah sangat dekat, sekitar 15 menit kami melanjutkan perjalanan ke arah Leuwi Hejo. Sekitar 10 menit kami sampai di pintu gerbangnya. Membayar tiket masuk, parkir kemudian berjalan sekitar 10 menit sampai di curug Leuwi Hejo. Suasana cukup ramai, bahkan dibilang sangat ramai.

Mencari tempat aman untuk tas yang terlihat oleh kami, beberapa tidak turun ke air. Saya melangkah ke arah air terjun yang agak susah dilalui, ada Usnan dan Dody yang ikut bersama. Melompat dari batu besar kami merasa ini adalah sebuah kegembiraan. Namun kami tidak bisa lama karena hari mulai gelap karena mendung. Tak terasa sudah 2 jam kami berada di air, Kami berlanjut naik menyantap Mie beserta Teh hangat yang sangat nikmat. Kami tidak bisa berlama-lama karena aroma hujan sudah mulai terasa.

Setelah bilas, kami pergi pulang. Apakah kami kehujanan? Iya kami basah kuyub dari parkiran hingga Jakarta. Sempat berhenti di Masjid Andalusia untuk Sholat, berhenti di warung untuk beli teh hangat karena teman kami sakit. Mungkin ini hanyalah perjalanan yang singkat, tapi saya tidak bisa melupakannya. Kenangan yang tercipta seakan sulit untuk hilang.


“Bahagian bukanlah keindahan saat engkau bisa mencapainya, tapi bagaimana keindahan itu menjadi kenangan yang tak kau lupakan” - #DR

@2017, copyright Jejak Si Dhodhy
  •  
  • 0
  • August 24, 2017
Odhy Odhy Author

Followers

Contributors

Gowes cantik

Total Pageviews

Labels

Translate

Popular Posts