Leuwi Hejo - Motoran
August 24, 2017
Leuwi Hejo
Ini adalah perjalanan yang sudah cukup lama, ini cerita saat
saya masih di Jakarta. Ku merindukannya, Jakarta.
Leuwi Hejo adalah salah satu air terjun di daerah Sentul –
Bogor. Kurang lebih 65km dari Jakarta pusat tempat kami memulai perjalanan.
Tidak ada yang tau persis lokasinya ada di mana, namun ini akan serasa begitu
menarik karena bersama banyak orang. Seperti perjalanan lain saya yang harus
mencari arah, kami menggunakan GPS sebagai panduan.
Kami memulai perjalanan sekitar pukul 8, sangat siang,
sangat telat ya begitulah. Kami menunggu A, A menunggu B, B menunggu C hahaha….
Kami memulai perjalanan dengan doa, berharap hari yang indah menemani kami hari
ini. Perjalanan ke Cibinong tidak ada masalah apapun, kami sudah terbiasa
melakukan perjalanan ke arah Bogor. Dari perempatan besar kita belok ke kiri
arah ke Sirkuit Sentul, kami lalu belok kanan ke arah Sentul.
Jalan tak selamanya mulus, jalan daerah sini masih tidak
sebagus sekarang. Kemudian ada pertigaan, kami belok kiri ke arah Babakan Madang
menuju arah Jungle. Kami sempat berhenti sebentar memastikan arah yang kami
lalui benar, kemudian kami lanjut perjalanan ke arah Leuwi Hejo. Ada Hutan
Pinus gunung Pancar, dari sini kita belok kiri kurang lebih 7 km. Jalan tidak
cukup baik, kami harus pelan memilah jalan yang bagus. Kemudian akan dijumpai
jalan turun menuju sebuah jembatan yang langsung dibalas tanjakan cukup
ekstreem.
Dari tanjakan iki perjalan masih belum usai, jalanan masih
belum ada tanda akan segera sampai. Kita berhenti di sebuah warung es untuk
beristirahat dan berfoto. Kami yakin ini sudah sangat dekat, sekitar 15 menit
kami melanjutkan perjalanan ke arah Leuwi Hejo. Sekitar 10 menit kami sampai di
pintu gerbangnya. Membayar tiket masuk, parkir kemudian berjalan sekitar 10 menit
sampai di curug Leuwi Hejo. Suasana cukup ramai, bahkan dibilang sangat ramai.
Mencari tempat aman untuk tas yang terlihat oleh kami,
beberapa tidak turun ke air. Saya melangkah ke arah air terjun yang agak susah
dilalui, ada Usnan dan Dody yang ikut bersama. Melompat dari batu besar kami
merasa ini adalah sebuah kegembiraan. Namun kami tidak bisa lama karena hari
mulai gelap karena mendung. Tak terasa sudah 2 jam kami berada di air, Kami
berlanjut naik menyantap Mie beserta Teh hangat yang sangat nikmat. Kami tidak
bisa berlama-lama karena aroma hujan sudah mulai terasa.
Setelah bilas, kami pergi pulang. Apakah kami kehujanan? Iya
kami basah kuyub dari parkiran hingga Jakarta. Sempat berhenti di Masjid
Andalusia untuk Sholat, berhenti di warung untuk beli teh hangat karena teman
kami sakit. Mungkin ini hanyalah perjalanan yang singkat, tapi saya tidak bisa
melupakannya. Kenangan yang tercipta seakan sulit untuk hilang.
“Bahagian bukanlah keindahan saat engkau bisa mencapainya,
tapi bagaimana keindahan itu menjadi kenangan yang tak kau lupakan” - #DR
Post a Comment