Showing posts with label Gowes. Show all posts
Showing posts with label Gowes. Show all posts
Gowes jarak jauh (Jakarta-Nanggung)
July 26, 2017
Ini adalah pertama kalinya saya pergi cukup jauh, karena saya belum pernah lebih dari 50km sebelumnya. Hari itu beberapa hari yang lalu. Saya mulai mempersiapkan motor saya dan teman saya mulai memperbaikinya. Menyiapkan motor saya menjadi touring bike meski tidak sebagus yang dimiliki orang lain. Saya bukan orang yang cukup kaya untuk menjadikannya sepeda touring yang benar-benar layak yang saya inginkan.
Saya mulai dari beberapa artikel di internet sebagai referensi perjalanan saya kali ini. Mendengarkan cerita orang-orang hebat yang berada di sepedanya cukup lama tanpa keluhan. Pukul 5 sore saya sudah mandi, sangat tidak biasa saya mandi di atas 7 pagi. Kembali memeriksa sepedaku, tas dan beberapa peralatan dan perlengkapan medis yang lebih penting. Kali ini aku berangkat bersama dua temanku, Hamdi dan Hana. Tujuan perjalanan kami kali ini adalah rumah Hana di Bogor, dia hanya menyebut Bogor tanpa posisi terakhir.
Pukul 5.45 kami berkumpul di kampus, sedikit berlumuran dan kami memulai perjalanan dengan doa. Hana, Hamdi dan kemudian aku adalah bagian belakang untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Kami mulai dari jalan Mardani Raya, Jakarta Pusat melewati jalan kecil menuju Archichi kemudian menuju ke Rawamangun. Perjalanan dilanjutkan menuju Cawang, disini kami berhenti sejenak untuk berfoto dan memutuskan tempat makan sarapan. Udara masih cukup sejuk, sangat nyaman untuk bersepeda.
Pukul 7.15 kami sampai di jembatan layang Rebo, inilah target kami sebelum sarapan pagi itu. Setelah sarapan pagi, kami turun hampir tanpa henti melewati pinggiran kota depok lalu kami sampai di Cibinong. Saya sangat senang kita sampai di sini, kita akan segera di Bogor. Saya membawa mereka ke Stadion Pakansari, mengambil foto yang panjang dan kemudian menuju Bogor. Cuaca sangat panas, sangat panas.
Kami terus mengayuh sampai kami mencapai persimpangan jalan yang baru, kiri, langsung menuju Dramaga langsung ke Bogor. Sampai disini kami berhenti, Hana menunjukkan google maps dan saya kaget. Saya hanya tahu, tujuan kita di selatan Bogor dan kita harus mendaki nanti. Sudah setengah jalan, saya tidak bisa mundur dan kami pasti akan sampai ke tempat tujuan. Singkat cerita, kita berbelok ke kanan dan mulai benar-benar merasakan arah naik turun menuju IPB.
Di sini, Hamdi sudah bosan muntah. Kami beristirahat di toko es kelapa muda yang harganya sangat murah hanya Rp 3.000 per gelas. Perjalanan kita lebih cepat dan pendakian berikutnya akan lebih berat dari sebelumnya. Setelah garpu ke arah Gunung Halimun Salak, jalannya benar-benar menanjak. Di sebuah pom bensin, kami berhenti sejenak untuk shalat dhuhur dan istirahat. Namun kami harus menunggu 2 jam lebih jauh karena hujan tiba-tiba turun cukup deras.
Hari mulai senja, kami turun perjalanan ke Nanggung-Bogor yang jika dilihat dari peta masih 25km. Sangat sedikit bonus turunan di sini, rata-rata jalanan naik menuju Hamdi yang berhenti untuk mengambil nafas. Keadaan jalanan masih tetap sama setelah tempat ashar kita di masjid, kawasan ini cukup indah dengan tanaman yang sangat banyak dibandingkan dengan Jakarta. Sulit mengatur keadaan jalan, yang harus mereka pandu motornya karena mereka tidak mampu mengayuh pedal ke atas.
Kami sangat dekat dan kurang dari 2 km sampai akhirnya motor Hamdi bocor dan harus diganti ban. Kami beruntung masih ada bengkel terbuka dan sudah menggunakan ban. Tunggu setengah jam, kita mengalami masalah
tidur Sangat dekat, aku melihat wajah bahagia Hana. Melewati jembatan gantung, kami juga sampai di rumah yang kami tuju dari pagi hari. Nanggung-Bogor, sangat menggoda untuk ditundukkan. Kami selesai sholat maghrib lalu pergi makan malam. Begitu indahnya perjalanan yang berarti ini, tapi tidak ada yang sia-sia dibalik senyum orang yang bahagia.


